This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2011

DAULAH KHILAFAH RASYIDAH


"Maaf, teruntuk orang - orang kafir yang memberikan komentar dengan tujuan hanya untuk mecela Ummat Islam, dengan TIDAK hormat komentar anda dipindahkan ke tempat SAMPAH. Adapun teruntuk Ummat Islam, jika ingin memberikan komentar, maka berikanlah komentar yang sopan dan bersifat menyatukan Ummat meskipun tidak sepaham, apabila admin menemukan komentar yang bersifat mencela, dengan segala HORMAT komentar anda tidak akan dimuat " ~Admin AAQ~
"Bersama Berjuang Demi Tegaknya DAULAH KHILAFAH RASYIDAH. Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih (diantaranya berjuang menegakkan Islam di muka bumi) bahwa Dia sungguh pasti menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia pasti meneguhkan bagi mereka dien yang telah diridlai-Nya (Islam) untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa, (dengan syarat) mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan siapa saja yang (tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. An-Nuur : 55).
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: (“Telah datang suatu masa kenabian atas kehendak Allah kemudian berakhir. Setelah itu akan datang masa Khilafah Rasyidah sesuai dengan jalan kenabian, atas kehendak Allah, kemudian akan berakhir. Lalu, akan datang masa kekuasaan yang terdapat di dalamnya banyak kezhaliman, atas kehendak Allah, kemudian berakhir pula. Lantas, akan datang zamannya para diktator (mulkan adludan), atas kehendak Allah, akan berakhir juga. Kemudian (terakhir), akan datang kembali masa Khilafah Rasyidah yang mengikuti jalan kenabian.” [HR. Imam Ahmad dan Al Bazzar])"

"Allahumma munzilal kitab wa mujriyas sahaab wa haazimal ahzaab ihzim densus 88 wa juyusy wa syurath wa anshor thoghut Indonesia wa dammirhum wa farriq jam'ahum wa syamlahum wa ahlikhum wanshuril mujahidin 'alaihim. Allahumma Dammir Densus 88 Tadmiiro wa Farriq Jam’ahum wa Syattit Syamlahum, Allahumma Shihim ‘Adada Waqtulhum Badada Waj’alhum Qirodata Wa Khonaziro Wa ‘Abadath Thogut!" "Ya Allah Yang Menurunkan Al-Kitab, Yang Menjalankan Awan dan Yang Mengalahkan Pasukan Sekutu, kalahkan densus 88, tentara, polisi dan penolong thoghut Indonesia. Hancurkan mereka, pecah belah persatuan mereka, binasakanlah mereka dan tolong...lah mujahidin dalam mengalahkan mereka. Ya Allah, Hancurkanlah densus 88 sehancur-hancurnya dan pisahkanlah kekuatan mereka, porak-porandakan persatuan mereka. Ya Allah, kecilkanlah jumlah mere...ka, bunuhlah mereka bertubi-tubi, dan jadikanlah mereka kera-kera dan babi-babi serta menjadi penyembah thogut. Allahumma Amin!"

Polri akan ‘tindak lanjuti’ fitnah Kemenlu AS tentang 3 WNI yang diklaim sebagai ‘teroris’ internasional Agustus 19, 2011



JAKARTA (Arrahmah.com) – Terkait rilis fitnah yang dikeluarkan oleh musuh Allah Ta’ala, Amerika Serikat tentang tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diklaim sebagai anggota ‘teroris’ internasional, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti rilis tersebut.
“Nanti kita cek ya. Sampai sekarang, semua informasi, sekecil apapun tentang teroris, termasuk tiga WNI yang menjadi anggota teroris internasional, akan kita tindak lanjuti,” kata Timur Pradopo di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/7/2011).
Ia mengungkapkan klaim Amerika terkait tiga WNI tersebut, Kepolisian akan segera bekerja sama dengan semua pihak, baik di dalam negeri maupun dengan negara lain untuk menanggulangi ‘terorisme’.
“Kita sudah kerjasama dengan badan yang sudah dibentuk dan sudah melakukan langkah-langkah operasional. Kita juga akan bekerja sama dengan negara lain,” tambah Timur.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat merilis tiga WNI yang menjadi anggota ‘teroris’ internasional. Ketiga WNI itu adalah pemilik dan pendiri situs Arrahmah.com, Muhammad Jibril Abdul Rahman, Umar Patek dan Abdul Rahim Ba’asyir-anak dari Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.
Seementara itu, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengklaim telah memiliki daftar nama-nama orang yang diduga menjadi anggota ‘teroris’ internasional, termasuk tiga warga Indonesia.
“PBB sudah memiliki daftar individu yang diduga terlibat dalam tindak pidana teroris dan itu semua berdasarkan rujukan dari Resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/8).
Marty mengatakan dengan adanya daftar anggota teroris internasional itu, maka ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh negara-negara anggota PBB.
“Tapi kalau di tingkat nasional atau bilateral seperti yang dikeluarkan oleh negara tertentu, tentu tidak ada implikasi ekstratorial. Ketentuan tidak bisa dilakukan ke negara lain kecuali memang itu bagian yang sifatnya global atau multilateral,” kata Marty.
Selama ini, penanganan ancaman bahaya ‘terorisme’ dilakukan pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkat nasional, melakukan kerjasama bilateral dan dengan PBB sendiri.
“Kita sudah melakukan berdasarkan ketentuan nasional kita, misalnya esktradisi Umar Patek dan itu sudah keharusan dan menjadi kepentingan kita sendiri,” sebut dia.
Terkait dengan pembekuan asset Jamaah Islamiyah oleh Kementerian Keuangan AS, Marty mengaku belum mendapatkan informasi soal jumlah asset JI yang dibekukan.
“Saya belum tahu berapa jumlahnya. Kalau ketentuan yang sifatnya mengikat secara multilateral dan global seperti Resolusi DK PBB, ada yang menetapkan beberapa individu dan entitas yang dikenakan sanksi termasuk pembekuan aset, itu memang diwajibkan. Kita sudah lakukan komunikasi yang sifatnya multilateral,” pungkas Marty
Bahkan PBB pun pada dasarnya hanya kepanjangan tangan dari AS dan musuh-musuh Islam. Lihat saja, berapa banyak kasus yang ditangani PBB yang memihak pada Muslim. PBB hanya lah label ‘internasionalisasi’ yang berusaha meneruskan intervensi AS dan Zionis Israel atas negara-negara lain di dunia.
Meskipun tanpa bukti yang jelas, klaim Amerika tersebut masih menjadi ‘wacana’ yang sangat dipertimbangkan. Padahal rilis tersebut tak terlepas dari bentuk intervensi hukum AS terhadap negara lain, khususnya Indonesia. Amerika Serikat sengaja berusaha membungkam media Islam yang selama ini mengabarkan berita dunia Islam baik tentang jihad maupun tentang berita keislaman lain secara jujur dan gamblang.  (ans/arrahmah.com)

Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI




Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.
Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605. Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta
Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.
Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum’at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.
Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi di atas:
1. Teks Proklamasi seperti tersebut di atas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.
2. Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teksPiagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.
3. Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, ‘Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ‘ tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan? Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend. Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan, jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan, seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!
4. Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua) orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.
5. Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya,tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta. Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:
PROKLAMASI
Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jakarta, 22 Juni 1945
Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH. Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.
KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi ”darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 di atas.
Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku ”amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata ”syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi ”darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan..! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala…!
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ
“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR Ahmad 45/134)
www.eramuslim.com

Minggu, 21 Agustus 2011

Ketika Mulut Lebih Kejam Daripada Narkoba


Pernah suatu hari saya merasakan kesedihan yang sangat karena suatu masalah. Namun selang tiga menit kemudian, kesedihan itu berganti dengan euphoria, rasa gembira yang luar biasa. Saya tidak tahu penyebab pergantian mood yang sangat drastis ini. Padahal saat itu saya tidak mengkonsumsi narkoba ataupun psikotropika jenis stimulant. Saya juga tidak menusuk titik akupunktur tertentu untuk merangsang pengeluaran endorphin dari otak saya, supaya saya jadi bahagia. Juga tidak makan suatu zat gizi tertentu. Saat euphoria melanda, saya merasa mungkin itulah sensasi yang diinginkan oleh para pencandu narkoba agar bisa keluar dari kenyataan pahit yang sedang mereka hadapi.
Sekedar sedikit info mengenai para pencandu narkoba.
Ternyata, untuk mendapatkan sensasi euphoria yang hanya berdurasi 1 hingga 5 jam, para pencandu rela merusak dirinya diperbudak narkoba. Bayangkan setelah 8-12 jam tidak mendapatkan pasokan, tubuh sang pecandu akan mengalami withdrawal symptoms atau gejala putus obat. Salah satunya berupa rasa sakit pada seluruh tubuhnya. Keadaan ini akan terjadi terus menerus, sehingga tubuh pencandu akan mengalami toleransi. Itu berarti dosis obat yang diasup harus selalu ditingkatkan untuk mendapatkan efek yang sama. Hal ini tentu saja sangat merugikan dan membahayakan.
Para pencandu juga memberikan tekanan batin bagi keluarganya. Bagaimana tidak, selain rongrongan uang untuk membeli narkoba, biaya pengobatan dan rehabilitasi pun tidak kalah beratnya. Untuk program detoksifikasi dengan menggunakan pengobatan konvensional yaitu dengan pemberian antagonis heroin seperti naloxon yang sebelum krisis harganya 25 ribu rupiah/ampul, naik bertahap hingga 135 ribu tahun 2000. Jika setiap hari pengobatan membutuhkan 4-5 ampul dalam waktu minimal 1 minggu, maka bisa dihitung berapa rupiah yang harus dikeluarkan. Belum lagi biaya rehabilitasi. Di Jakarta panti rehabilitasi mematok harga 3 juta perbulan dalam waktu minimal 6 bulan.
Para pencandu juga meresahkan masyarakat, karena pencandu dapat memicu tindakan kriminal dan menyebarkan penyakit tertentu.
Junkie yang artinya pencandu, mungkin berasal dari kata junky yang artinya bermutu rendah, atau junk berarti barang rongsokan. Kata slang ini mungkin diambil karena ada kaitannya dengan para pencandu yang dianggap sebagai orang-orang yang tidak memiliki masa depan, tidak berguna dan pembuat keresahan di masyarakat. Tapi tahu kah teman, bisa jadi narkoba yang sangat kejam ini masih kalah berat dosanya dengan dosa lain yang kita sendiri, “para orang bersih”, sering melakukannya. Cerita almarhum mantan pemadat, Ustadz Gito Rollis, bisa dijadikan bahan renungan bagi kita.
Dalam sebuah wawancara dengan sebuah radio, sang ustadz pernah bercerita tentang awal titik balik kehidupannya. Sebelum titik balik itu, ia sering iri melihat orang bisa gembira hanya dengan pergi ke masjid. “Dengan modal kain saja mereka bisa bahagia, sedangkan saya harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan kebahagiaan dengan mengkonsumsi narkoba,” demikian suara batinnya.
Pernah setelah overdosis ia mengalami mati suri. Dalam keadaan mati suri itu seakan-akan sang ustadz melihat dosa-dosanya sedang berjejer menantikan pertanggungjawaban akhirat. Tapi anehnya narkoba yang membuat dirinya rusak tidak berada di barisan terdepan. Barisan terdepan ditempati oleh dosa yang dilakukan oleh mulut. Kejadian inilah yang menjadi awal titik balik kehidupan sang mantan roker ini.
Seperti disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 191, bahwa fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, maka bukan berarti narkoba dan pembunuhan adalah sesuatu yang diijinkan agama kita. Tapi marilah kita buat daftar kejahatan apa yang dilakukan dari organ yang tidak bertulang ini.
Berbicara kasar. Sering terjadi antara orangtua terhadap anak-anaknya, ataupun sebaliknya. Antara suami terhadap istri, atau sebaliknya. Antara supir angkot dan supir mobil preman, atau sebaliknya. Antara guru atau dosen terhadap muridnya, atau sebaliknya. Juga antar teman. Padahal "Kullu kalam addua", setiap perkataan itu adalah merupakan do’a. Dan juga ucapan yang kasar akan susah sekali sembuhnya. Lidah lebih tajam dari pedang. Allah berfirman di dalam surah Al-Baqarah ayat 83, “Janganlah kamu menyembah melainkan Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, serta orang-orang miskin; dan katakanlah kepada sesama manusia perkataan-perkataan yang baik; dan dirikanlah solat serta berilah zakat.”
Abu Hurairah melaporkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Janganlah kamu berbicara dengan ucapan yang buruk, janganlah kamu sindir menyindir, janganlah kamu memperdengarkan kabar orang lain dan janganlah sebahagian kamu menjual atas jualan sebahagian yang lain. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Gosip. Ini sering kita lakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Contohnya mahasiswa atau murid yang tidak suka terhadap dosennya cenderung asik ketika membicarakan kejelekannya. Apalagi bila gosip dilaksanakan secara berjamaah. Tanpa disadari sebenarnya saat bergosip itu, seakan-akan para pelaku gosip berjamaah itu sedang memakan daging jenazah orang yang sedang digosipkan. “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat [49] : 12)
Bohong. Pekerjaan ini sering dilakukan oleh mulut kita dengan berbagai macam alasan, seperti alasan keamanan, tipu menipu dan becanda.
Janji. Sering sekali mulut ini mengumbar janji. Sementara sang penerima janji menanti-nanti akan pelaksanaan setiap ucapan kita yang mengandung janji tersebut.
Fitnah. Inilah contoh yang paling nyata dari bahaya mulut. Irak diserbu Amerika dan sekutunya tidak lain karena akibat fitnah Amerika untuk mencari alasan menangkap Sadam Hussein yang kelewat dipuja rakyatnya. Hingga Amerika kemudian memfitnah bahwa Irak punya senjata pemusnah masal. Padahal kenyataannya tidak ditemukan senjata tersebut hingga saat ini. Akibat fitnahan itu banyak anak kehilangan orang tua dan orang yang dicintai. Banyak perempuan hidup menjanda akibat suami tewas akibat perang. Orang mati sia-sia dan saling bunuh hampir setiap hari terjadi. Keadaan yang memilukan terjadi di mana-mana akibat perang.
Masih kata Ustadz Gito Rollis, bila kita berbuat dosa terhadap Allah, lalu kita bertobat dengan sesungguhnya, maka Allah yang Maha Pengampun pasti akan mengampuni dosa kita. Tapi susahnya bila kita bersalah pada manusia karena semua kejahatan mulut kita akan diampuni Allah setelah orang yang menjadi objek kejahatan mulut kita memaafkan kita. Tapi kata maaf kadang tak semudah membalikkan tangan. Untuk itulah kita memang harus berhati-hati dengan mulut kita.

7 Aktifitas Spiritual Produktif Ramadhan

7 aktifitas dibawah ini perlu kita bangun sebagai kebiasaan dalam bulan Ramadhan, agar selanjutnya kita bisa melanjutkan aktifitas ini setelah Ramadhan. Saya anggap aktifitas-aktifitas ini sebagai 'makanan lezat' dari setiap muslim yang produktif, dan membangun kebiasaan tersebut sebagai awal dari perjalanan menggapai cinta Allah SWT, dan secara konstan meningkatkan iman kita, insyaAllah.

1. Sholat sunnah sebelum dan atau sesudah sholat wajib. 
Memang lebih mudah bagi kita untuk menjalankan hanya sholat wajib di masjid, dan segera kembali ke aktifitas dunia kita setelah sholat selesai, daripada menjalankan sholat sunnah. tapi, ketika kita tahu seberapa banyak pahala yang kita lepaskan begitu saja ketika kita meninggalkan sholat sunnah, maka kita tidak akan meninggalkannya. hanya satu cara untuk membiasakan diri untuk menjalankan sholat sunah secara tetap (biasakanlah sholat sunnah). Setelah terbiasa, kita pasti akan merasa bahwa sholat sunnah itu adalah bagian dari ibadah yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

2. Mengingat Allah setelah sholat.
lagi-lagi, lebih mudah bagi kita untuk bersegera kembali ke kesibukan kita sehari-hari setelah sholat. tapi, sejujurnya, berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk membaca doa memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita? 10 menit? 5 menit? atau bahkan cuma 1 menit saja untuk membaca doa! nggak lama koq. Untuk lebih bagusnya lagi, kita bisa dengan mudah membeli buku saku untuk doa-doa harian, sehingga kita dapat dengan mudah membaca doa kapanpun kita mau.

3. Doa al-ma'surat
ini adalah doa yang sungguh indah dari Rasulullah SAW, yang dibaca sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Doa ini adalah penghilang stress terbaik, danenergy booster agar hari-hari kita tetap terjaga semangat dan produktifitasnya—baik produktifitas untuk dunia maupun akhirat kita. Doa al-ma'surat dapat dengan mudah dibeli di toko buku muslim, atau bisa di download disini.

4. Sholat malam
Alhamdulillah, selama bulan ramadhan, 29-30 hari, setiap malam kita ada sholat tarawih. sholat tarawih ini adalah landasan untuk melakukan sholat malam, atau tahajjud di malam hari. jika kita belum terbiasa membangun sholat malam sebelumnya, pastikan untuk menegakkan sholat tarawih setiap malam selama bulan ramadhan. berikan kebijakan pada diri kita 'lakukan tanpa alasan', atau, jangan memberi alasan apapun pada diri kita untuk melewatkan sholat tarawih. InsyaAllah, setelah menjalankan sholat tarawih PENUH selama 29-30 hari, pribadi kita akan terbiasa untuk melakukan sholat malam, yaitu sholat tahajjud, khususnya setelah ramadhan usai.

5. Sholat Dhuha
Rahasia untuk menjadi produktif setiap hari, adalah sholat Dhuha. begitu besar keutamaan sholat ini, salah satunya adalah, dengan 2 rakaat sholat dhuha, Allah memasukkan kita pada golongan orang-orang yang tidak melupakan Allah. Lebih dari itu, akan lebih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang kita dapatkan. sholat ini juga akan membuat hari kita terasa lebih berenergi, siap untuk melakukan semua hal yang positif selama sehari penuh.

6. Mohon ampunan Allah sebelum tidur
Ok, kita telah menjalani hari yang panjang, dan pastinya bener-bener capek. Akan terasa nyaman ketika kita menyapa tempat tidur dan segera berdamai dengan bantal. tapi tunggu, sebelum bernyaman-ria dengan bantal dkk, kita perlu memberikan diri kita 10 menit untuk membaca doa-doa sebelum tidur. Doa-doa tersebut bisa diambil dari kompilasi doa ini.

7. Ngaji qur'an 1 jam sehari.
Ngaji qur'an disini bukan adalah ngaji satu jam. Bukan satu juz sehari, atau satu surat sehari. Jumlah ayat yang dibaca disini tidak terlalu penting, dibandingkan kualitas pemahaman kita. Jika kita ngaji 1 jam sehari akan tetapi ngaji yang benar-benar ngaji, dalam artian memahami arti dan tafsirnya, maka akan lebih baik dibandingkan dengan ngaji banyak ayat dengan kecepatan super, tapi tidak mengerti artinya. Tentu saja, akan lebih baik lagi mengaji 3 jam atau 5 jam sehari dengan pemahaman arti dan tafsir yang benar.


So, itulah 7 aktifitas spiritual yang membangun kebiasaan produktif, yang bisa kita lakukan ramadhan ini, dan bisa dimulai sekarang, sebagai "pemanasan" agar ketika ramadhan tiba, kita benar-benar siap :)

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN


Oleh Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah. Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca Al-Qur’an adalah wajib ‘ain. Maknanya, setiap individu yang mengaku dirinya muslim harus mampu baca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kalau tidak, maka ia berdosa.
Karena bagaimana mungkin kita mengamalkan al-Qur’an tanpa mau membaca dan memahaminya.Beriman terhadap Al-Qur’an bukan sekedar percaya saja, namun mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata sebagai tuntutan dari iman tersebut yaitu membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia. Dalam konteks hablum minallah, Al-Qur’an mengatur relasi hamba dengan khaliqnya. Hubungan vertikal ini dalam bahasa syariat disebut ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Sedangkan dalam konteks hablum minan naas, Al-Qur’an menjelaskan tata cara pergaulan dan hubungan manusia dengan dirinya, manusia lain dan makhluk Allah lainnya. Hubungan horizontal ini dikenal dengan sebutan muamalah. Konkritnya, Al-Qur’an memberi petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Mengamalkan al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim, bahkan menjadi syarat utama menjadi seorang yang beriman. Allah swt dan Rasul-Nya saw telah memerintahkan kita untuk mengamalkan ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah, agar kita selamat dunia dan akhirat. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan kita akan penting pengamalan terhadap al-Qur’an dan sunnah Rasul saw dengan sabdanya, “Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw.” (H.R. At-Tirmizi) Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang sesat itu orang meninggalkan ajaran al-Qur’an dan As-Sunnah.
Namun sayangnya, selama ini kebanyakan umat Islam telah meninggalkan al-Qur’an. Al-Qur’an tidak mendapat perhatian dan tidak dibaca untuk diamalkan sebagaimana mereka sibuk membaca bacaan lain selainnya. Selama ini kita mampu membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun kita tidak mampu membaca al-Qur’an.
Kita mampu membaca dan mengkhatamkan surat kabar yang jumlah kata atau hurufnya hampir sama dengan 1 juz al-Qur’an dalam waktu belasan menit, namun kita tidak mampu membaca beberapa halaman dari al-Qur’an. Begitu pula kita mampu membaca majalah yang tebalnya seperempat atau sepertiga al-Qur’an dalam waktu beberapa jam, namun giliranya membaca al-Qur’an kita tidak mampu membaca beberapa juz dalam waktu yang sama. Bahkan kita mampu membaca dan mengkhatamkan buku novel, komik dan roman yang tebalnya sama dengan al-Qur’an dalam waktu seminggu, namun kita tidak mampu mengkhatamkan al-Qur’an dalam waktu yang sama, bahkan sebulan sekalipun. Inilah kondisi iman kita saat ini yang sangat lemah dan kritis.
Sejatinya kita bercermin kepada kehidupan orang-orang yang shalih. Mereka menjadikan al-Qur’an sebagai buku bacaan hariannya. Mereka tidak pernah bosan dan kenyang dengan al-Qur’an, sebagaimana diungkapkan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, “Kalau hati kita bersih, maka kita tidak pernah kenyang dengan al-Qur’an.” Karena dengan senantiasa membaca al-Qur’an, kita akan mendapatkan banyak kebaikan.
Asy syahid Sayyid Quthub mengatakan dalam muqaddimah tafsirnya, “Hidup dalam naungan al-Qur’an adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.”
Sungguh banyak keutamaan dan keuntungan yang diperoleh bagi orang yang membaca al-Qur’an. Keuntungan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya seperti surat kabar, majalah dan buku. Diantara keutamaan dan keuntungan orang yang membaca al-Qur’an yaitu;
Pertama: orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah saw bersabda:”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.”(H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia.
Kedua, Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.
Ketiga, orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan disediakan tempat yang paling istimewa di surga bersama para malaikat yang suci. Sedangkan orang yang membaca terbata-bata (belum pandai), maka ia akan diberi dua pahala yaitu pahala mau belajar dan kesungguhan membaca, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari & Muslim).
Keempat, kejayaan suatu umat Islam itu dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkannya. Namun sebaliknya, musibah yang menimpa umat ini disebabkan karena sikap acuh tak acuh kepada al-Qur’an dan meninggalkannya. Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim). Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasul saw. Mengapa demikian?
Jawabannya adalah karena mereka mengamalkan al-Qur’an dan sunnah Rasul saw. Maka Islampun berjaya pada masa-masa mereka, sehingga tersebar keseluruh penjuru dunia. Namun, setelah generasi tersebut sampai saat ini umat Islam meninggalkan al-Qur’an sehingga umat Islam menjadi lemah dan hina karena dijajah oleh orang kafir, bahkan dizalimi dan dibunuh seenaknya oleh orang kafir akibat meninggalkan al-Qur’an.
Kelima, orang yang membaca dan mendengar Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah. Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
Memang, membaca dan mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an menentramkan hati kita sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt, ““...Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi tenang”. (Q.S Ar-Ra’d: 28). Al-Qur’an merupakan zikir yang paling afdhal (utama). Oleh karena itu, ketenangan tidaklah diperoleh dengan harta yang banyak, pangkat dan jabatan, namun diperoleh dengan sejauh mana interaksi kita dengan al-Qur’an.
Keenam, mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf (H.R at-Tirmizi) Membaca “alif lam mim” saja kita mendapatkan pahala sebanyak 30 kebaikan, maka bagaimana dengan membaca sejumah ayat-ayat yang dalam satu halaman al-Qur’an? Bahkan berapa jumlah pahala yang kita peroleh bila kita mampu membaca 1 juz dengan jumlah huruf ribuan atau ratusan ribu? Tentu pahalanya sangat banyak, bahkan kita tidak sanggup menghitungnya.
Demikianlah berbagai keutamaan dan keuntungan bagi orang yang membaca dan mempelajari al-Qur’an pada bulan-bulan biasa. Maka, terlebih lagi pada bulan Ramadhan sebagai bulan al-Qur’an?! Tentu, pahalanya berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Maka, sangatlah rugi bagi orang-orang yang tidak mau membaca dan mempelajari al-Qur’an, terlebih lagi di bulan Ramadhan yang dilipat gandakan pahala padanya. Dan keutamaan-keutamaan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya selain al-Qur’an.
Akhirnya, marilah kita manfaatkan hari-hari di bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas ibadah, khususnya membaca al-Qur’an. Karena bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an, maka sudah sepatutnya kita lebih mengutamakan dan menyibutkan diri dengan berinteraksi dengan Al-Qur’an pada bulan yang mulia ini, baik dengan membaca, mempelajari, memahami, mentadabburi, menghafal maupun mengamalkannya. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini dengan sebaik mungkin dan meraih berbagai keutamaan yang disediakan di bulan ini, termasuk berbagai keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur’an. Semoga..!!
Penulis adalah Pengurus Dewan Dakwah Aceh & pengurus Komite Penguatan Aqidah & Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) kota Banda Aceh

Rabu, 17 Agustus 2011

Benarkah Kita Merdeka pada tanggal 17 Agustus?


KEBENARAN SEJARAH 17 Agustus 1945 bukan HUT - RI




Suatu Keniscayaan ketika manusia diciptakan berbangsa-bangsa , setiap manusia di dunia secara sadar ataupun tidak sadar tidak akan pernah dapat menolak kebenaran ini. Demikian juga dengan Bangsa Indonesia, setiap manusia Indonesia tidak akan pernah dapat memungkiri jatidirinya sebagai bangsa Indonesia, suatu bangsa yang terlahir pada tanggal 28 oktober 1928 malalui momentum sumpah pemuda. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan suatu usaha pribumi untuk menegaskan kehendaknya mengangkat harkat dan martabat hidup mereka dengan cara menyatakan bersatu sebagai sebuah bangsa. Oleh karena itu kelahiran Bangsa Indonesia semenjak Sumpah Pemuda itu diikrarkan adalah untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli yang mengalami ketertindasan selama ratusan tahun akibat kolonialisme bangsa penjajah.

Komitmen Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup ini yang kemudian mendorong Bangsa Indonesia Untuk menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Pembacaan teks Proklamasi pada saat itu merupakan suatu bentuk pernyataan Bangsa Indonesia untuk menegakan Kedaulatannya baik dari sisi budaya, hukum, sosial, politik, ekonomi maupun lingkungan sehingga upaya penegakan kedaulatan ini pun yang akhirnya menjadi dasar Bangsa Indonesia untuk membentuk Negara Republik Indonesia pada tgl 18 Agustus 1945 dengan disahkan UUD’45 sebagai perwujudan kemerdekaan Kebangsaan Indonesia.

Namun seiring bergulirnya sejarah ternyata Bangsa Indonesia tidak pernah mampu mewujudkan Kemerdekaan Kebangsaannya tersebut akibat tidak pernah dinyatakannya 17 Agustus 1945 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia (PKBI) sehingga Bangsa Indonesia pun selalu memperingati 17 Agustus sebagai hari ulang Republik Indonesia (HUT-RI) meskipun berdasarkan fakta sejarah Proklamasi tidak dinyatakan oleh Negara Republik Indonesia melainkan Oleh Bangsa Indonesia dan pada saat membacakannya Ir. Sukarno bersama Drs. Moh. Hatta belum diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden karena memang Negara Republik Indonesia belum terbentuk pada hari 17 Agustus 1945. maknanya bahwa terjadi suatu penyimpangan sejarah apabila Bangsa Indonesia memperingati 17 Agustus Sebagai HUT RI.

Akibat penyimpanganinilah akhirnya Aksi Polisionil Belanda yang I dan II atau dikenal dengan Agresi I dan II tidak pernah diperkarakan oleh Bangsa Indonesia sebagai suatu kejahatan kemanusiaan (genosida) ke hadapan Mahkamah Internasional, karena Belanda dapat menjadikan 17 Agustus adalah HUT-RI sebagai alasan untuk terbebas dari tuntutan hukum tersebut karena menurut belanda yang merdeka pada 17 Agustus 1945 adalah Negara Republik Indonesia bukan Bangsa Indonesia dan menurut teori hukum internasional apabila suatu negara menyerang negara lain bukanlah merupakan suatu kejahatan kemanusiaan, suatu kejahatan kemanusiaan dapat terjadi apabila suatu negara menyerang suatu bangsa yang merdeka, karena itu msebagai langkah penyelamatan diri akhirnya sampai detik ini belanda tidak pernah mau mengakui 17 Agustus 1945 sebagai Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia (PKBI) belanda hanya mengakui 17 Agustus adalah HUT-RI.

Oleh karena itu sebagai bangsa Indonesia yang menghendaki terangkatnya Harkat dan Martabat Hidup maka nyatakanlah bahwa 17 Agustus bukan merupakan HUT-RI melainkan hari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia (PKBI) sebagai upaya pelurusan kembali sejarah Bangsa ini yang disimpangkan dan dalam rangka memurnikan kembali makna perjuangan para Founding Father Bangsa Indonesia.
 
Benarkah Kita Merdeka pada tanggal 17 Agustus?


Serah terima kedaulatan oleh Ratu Beatrix(Belanda) kepada Drs. Mohammad Hatta (yang kelak menjadi Wakil Presiden RI pertama) pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Hag, Belanda, merupakan tonggak awal dari terbentuknya Negara Republik Indonesia secara de facto oleh seluruh penjuru dunia. Sedangkan tanggal 17 agustus 1945 yang merupakan Hari Raya Kemerdekaan Indonesia sampai saat ini hanyalah baru merupakan sebuah proklamasi dan belum direstui oleh totally negara di dunia.

Jadi perlu di koreksi di sini(bukan maksud saya menentang pengakuan bahwa 17 agusus 1945 sebagai hari kemerdekaan kita,namun sejarah perlu di benarkan) kalau di selidiki secara ilmiah hari kemerdekaan Indonesia itu sebenarnya adalah 27 desember 1949,dengan adanya pengakuan kedaulatan oleh Belanda sebagai pihak penjajah serta blok barat(sekutunya belanda).

Dua peristiwa ini dalam ilmu sejarah bisa di katakan sebagai fakta, tapi kalau dalam unsure hard fact( fakta keras ), kita bisa mengatakan keduanya mempunyai penjelasan rasional bahwa ke dua "waktu"tersebut terkait dengan penjelasan sebenarnya ."Kapan Indonesia merdeka menurut sejarah,sebenarnya ??". Menurut saya 17 agustus 1945 tersebut hanyalah sebuah pernyataan yang belum diakui.

Kalau dilihat dari masanya(ketika perisiwa tersebut berlangsung), proklamasi yang di kumandangkan oleh dua orang founding father kita belumlah diakui secara de facto dan universal bahkan oleh Belanda sendiri sebagai si penjajah dan kitapun masih dalam kondisi di jajah. Kalau di lihat dari konsep kata "merdeka" sendiri,proklamasi 17 agustus tidak akan bisa menjawab pertanyaan Apakah kita sudah merdeka pada tanggal 17 agustus 1945?.

Jadi secara rasional dan fakta,kalau kita mengatakan bahwa hari kemerdekaan kita pada tanggal 17 agustus 1945,maka jawab dulu makna dari kata"merdeka"dan "sudah merdekakah kita pada masa tersebut?".

Saya tidak akan memunafikan bahwa proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 adalah fakta dan merupakan bagian serta ikut andil dari berdirinya Negara Republik Indonesia.Tapi saya beranggapan bahwa proklamasi 17 agustus 1945 hanyalah sekedar proklamasi belum dalam artian sebenarnya yaitu hari kemerdekaan dari Indonesia.

Jadi bagi saya tanggal 17 agustus 1945 sebaiknya kita tetapkan sebagai hari proklamasi bukan hari kemerdekaan Indonesia.Karna yang lebih tepat dianggap sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia adalah pada tanggal 27 desember 1949 dengan adanya serah terima kedaulatan oleh Rau Beatrik dari Belnda dengan Drs. Mohammad Hatta dari Indonesia.

Disamping itupun jika kita masih menganggap bahwa 17 agustus 1945 adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,kenapa tidak kita katakan saja Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1928 dengan adanya deklarasi Sumpah Pemuda....ini perlu diluruskan secara ilmiah bukan emosional.

My Picture Slideshow: Hasrum’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Makassar was created by TripAdvisor. See another Makassar slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Blogger Advertisement